Desan Interior Paling Banyak Dipakai Di Dunia

Desan interior yang paling banyak dipakai di dunia

Pada pembangunan rumah, sering kali orang hanya memerhatikan desain eksteriornya. Karena untuk interiornya, mindset yang tercipta adalah bagaimana hunian sekedar nyaman ditempati, tanpa memikirkan aspek keindahan dan estetikanya sehingga melupakan kepentingan desain interior. Bagi yang sudah berkeluarga, desain interior dirasa perlu dikarenakan untuk menciptakan suasana yang nyaman dan aman, sehingga membuat anggota keluarga betah berada di rumah.

Desain interior meliputi pengetahuan tentang cara mendekorasi dan menata objek dalam ruangan. Mulai dari pemilihan dinding, warna dinding, furnitur, dan aksesoris pelengkap lain seperti lampu, ornamen, pajangan, dan sebagainya. Walaupun sangat beragam pada tiap-tiap individu, tapi ada banyak kesamaan yang jamak tentang desain interior. Kesamaan ini paling tidak mengerucut kedalam 5 tema desain interior. Berikut 5 tema desain interior yang paling disukai banyak orang.

3. Desain minimalis

1. Desain Interior Minimalis
Desain minimalis adalah konsep desain yang menerapkan bentuk-bentuk sederhana dalam proses pembuatannya. Tema desain minimalis lebih mengacu ada kepraktisan, fungsi multiguna, pemanfaatan lahan/ruang secara sederhana. Walaupun hanya menampilkan elemen-elemen seperlunya dan sesederhana mungkin, namun tetap terlihat elegan. Minimalis tidak mesti selalu sederhana, ada juga desain interior minimalis dengan kualitas bahan yang tinggi serta desain cukup rumit. Batasannya, unsur profil pada furniture harus ditiadakan kalau mau konsekuen dengan desain minimalis.

Ciri khas desain minimalis adalah warna dinding dicat dengan warna seragam dan tidak dihiasi gambar-gambar dan ornamen. Penggunaan wallpaper pada sebagian bidang dapat diaplikasikan untuk memberikan aksen pada ruangan. Pencahayaan di langit-langit juga dibuat sederhana, tanpa ada lampu hias mewah berukir-ukir atau fiting lampu yang menarik perhatian.

3. Desain kontemporer

2. Desain Interior Kontemporer
Hampir sama dengan minimalis, namun pada desain kontemporer lebih menekankan pada warna kunci, dan warna lain berbaur menjadi latar belakang. Lekukan-lekukannya lebih lembut dibandingkan desain modern minimalis dan menciptakan kesan hangat. Model furnitur kontemporer terlihat bersih dengan lekukan lembut, dibalut dengan kayu atau logam serta kaca, sebagai satu kesatuan yang sempurna. Biasanya desain kayu furnitur lebih ringan dan hampir tidak ada aksen atau detail.

3. Desain klasik

3. Desain Interior Klasik
Zaman boleh terus berubah, namun desain interior rumah dengan tema klasik masih menjadi favorit di zaman ini. Memiliki kesan kokoh, indah, elegan, dan terkesan mewah menjadi ciri khas dari gaya desain ini. Sama seperti desain rumah lainnya, yang harus diperhatikan dalam menciptakan tema klasik adalah pemilihan warna yang tepat. Warna yang sering dipakai pada desain klasik adalah putih, tan/beige, dan biru keabuan.

Desain interior klasik didominasi oleh profil dan uraian. Bahan furniture, seperti kichen set, meja, kursi, sofa, dan wardrobe, terbuat dari kayu solid sehingga kokoh dan tahan lama.

3. Desain victoria

4. Desain Victoria
Desain ini mulai marak ketika terjadi revolusi Industri di Inggris. Saat itu penggunaan mesin memungkinkan orang membuat bentuk-bentuk ukiran yang rumit. Pencahayaan di ruang makan dan jalan masuk dianggap penting bagi desain Victoria. Umumnya pencahayaan berasal dari lampu dinding dan lilin.

3. Desain retro

5. Desain Retro
Untuk suasana yang penuh keceriaan dan menyenangkan, desain retro sangat cocok karena menonjolkan warna-warna terang, cerah, dan dinamis. Agar tidak terlalu jadul, desain retro bisa dikombinasikan dengan desain minimalis atau kontemporer.